Minggu, 05 Desember 2010

SKABIES dan TERAPINYA

Skabies adalah penyakit kulit yang mudah menular. Orang jawa sering menyebutnya gudig. Penyebabnya adalah Sarcoptes scabei. Cara penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung dengan penderita atau tidak langsung melalui alat-alat yang dipakai penderita, misal : baju, handuk, dll.
Gejala klinis yang sering menyertai penderita adalah :
Gatal yang hebat terutama pada malam hari sebelum tidur
Adanya tanda : papula (bintil), pustula (bintil bernanah), ekskoriasi (bekas garukan), bekas-bekas lesi yang berwarna hitam
Dengan bantuan loup (kaca pembesar), bisa dilihat adanya kunikulus atau lorong di atas papula (vesikel atau plenthing/pustula)
Predileksi atau lokasi tersering adalah pada sela-sela jari tangan, bagian fleksor pergelangan tangan, siku bagian dalam, lipat ketiak bagian depan, perut bagian bawah, pantat, paha bagian dalam, daerah mammae/payudara, genital, dan pinggang.
Pada pria khas ditemukan pada penis sedangkan pada wanita di aerola mammae. Pada bayi bisa dijumpai pada daerah kepala, muka, leher, kaki dan telapaknya.
Pemariksaan adanya skabies atau Sarcoptes scabei dengan cara :
Melihat adanya burrow dengan kaca pembesar
Papula, vesikel yang dicurigai diolesi pewarna (tinta) kemudian dicuci dengan pelarutnya sehingga terlihat alur berisi tinta
Melihat adanya sarcoptes dengan cara mikroskopis, yaitu ;
Atap vesikelnya diambil lalu diletakkan di atas gelas obyek terus ditetesi KOH 30%, ditutup dengan gelas penutup dan diamati dengan mikroskop.
Papula dikorek dengan skalpel pada ujungnya kemudian diletakkan pada gelas obyek lalu ditutup dan diamati dengan mikroskop.
Pengobatan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies (mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah, menjemur alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama, dll)
Obat antiskabies yang sering dipakai adalah :
Preparat yang mengandung belerang
Emulsi benzoate benzilicus 25%
Gamma benzene hexachloride 0,5%-1%
Scabies disebabkan kutu bernama Sarcopus Scabiei Var. Kutu betinanya mampu bertelur hingga tiga butir per hari, dan ini sudah cukup untuk membuat anda gila kegatalan selama berminggu-minggu.
Scabies mudah menular melalui persentuhan kulit saat berhubungan seks, berpinjaman handuk atau selimut.
Kalau Anda merasa gatal-gatal khususnya di malam hari  di sela-sela jari, pergelangan tangan, ketiak, siku dan tumit, segera hubungi dokter. Mintalah dia membuat resep pestisida untuk membasmi kutu ini. Salah satu obat scabies yang ampuh adalah Elimite, krim mengandung 5% permetrin. Oleskan ke seluruh tubuh setelah mandi dan biarkan kering 8-14 jam. Cuci juga semua handuk, selimut, pakaian atau apa saja yang sudah disentuh oleh penderita scabies ini.
Begitu banyak std lainnya yang apabila dijabarkan mungkin akan mengubah perilaku seks Anda menjadi lebih berhati-hati. Walaupun ada beberapa std yang menular tanpa penetrasi, tetaplah melakukan seks aman dengan menggunakan kondom dan pelumas. Lebih baik mencegah daripada mengobati, masih menjadi kata-kata bijak yang harus kita ingat.
Penyakit scabies adalah penyakit yang menyerang kulit, bentol bentol kecil warna kemerahan dan cepat menyebar ke seluruh tubuh jika tidak segera diobati. Gambar bisa diakses disini Scabies. Yang menderita penyakit ini biasanya merasa tersiksa karena gatal gatal yang makin lama makin banyak dan timbul di seluruh tubuh biasanya jadi susah tidur.

Penyakit scabies disebabkan oleh kutu yang membuat terowongan kecil dibawah lapisan kulit persis dibawah kulit ari, dan menembus kemana mana, jadi ya lorong-lorongnya sebenarnya banyak persis seperti sarang tikus, karena itu menyebabkan gatal gatal. Pada saat bertelur kutu scabies ini menyebarkan telur telurnya keseluruh tubuh, walaupun perjalanannya lambat sekitar 1 cm per 1 malam, tapi karena makin lama makin banyak tentu saja bisa menyebar keseluruh tubuh. Telor kutu scabies akan menetas dalam tempo sekitar 1 minggu sampai 10 hari. Oleh karena itu dalam masa pengobatannya harus diulangi lagi setelah 1 minggu sampai 10 hari.
Obat yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid. Obat ini tergolong murah untuk ukuran obat salep, sekitar Rp. 20.000 per tube, ukuran sekitar 20 gram. Jadi per gramnya Rp. 1000,-.

Pengalaman saya menggunakan obat ini kurang bagus hasilnya, sudah lebih dari 1 minggu ternyata belum sembuh juga. Akhirnya aku memilih membuat sendiri dari obat tradisional obat scabies bisa dilihat di Medicine. Obat tradisional untuk scabies itu ada beberapa macam, ada yang tidak baik untuk anak anak dan ada yang aman buat anak anak dan bayi. Yang akan diterangkan disini yang aman saja, memang dengan obat yang kurang aman buat anak itu hanya perlu satu hari saja dan diulangi setelah 10 hari. Tapi obat tradisional yang ini juga tidak kalah ampuh, hanya 3 hari dan diulangi lagi setelah 10 hari, 3 hari lagi. Cara menggunakannyapun cukup sederhana cukup dibedakan ke seluruh tubuh.

Bahan:
1.Sulfur, berbentuk bubuk kuning, kalau belum bubuk harus ditumbuk sampai halus dahulu.
2.Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi menggunakan tepung kanji.
Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi jika tepungnya 8 gram maka sulfurnya perlu 1 gram, jangan terbalik. Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang kali. Jadi deh obat tradisional scabies. Setelah jadi bisa langsung dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar